Produk Subtitusi CPO Naik, Buat Harga Sawit Riau Naik Pekan Ini

banner 160x600

riaubertuah.idFoto : Sumber Google

PEKANBARU,RIAUBERTUAH.ID - Harga kelapa sawit di Riau periode 15 – 21 Juli mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 28,90/Kg dari harga minggu lalu. 

Kepala dinas perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh kenaikan harga TBS periode ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak kedelai sebagai subtitusi CPO. 

"Kenaikan minyak subtitusi ini mengakibatkan pembeli beralih ke CPO sehingga permintaan naik. Selain itu ekspor bulan Juni yang cukup tinggi mampu membuat stok minyak sawit menjadi berkurang," kata Zulfadli, Selasa (14/7/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, faktor lain yang juga mempengaruhi adalah pelemahan nilai mata uang ringgit dihadapan dollar AS. Ringgit menjadi mata uang di mana kontrak CPO ditransaksikan. 

"Ketika ringgit melemah, harga CPO menjadi lebih murah terutama untuk pemegang mata uang lain yakni dolar AS, sehingga dapat mendongkrak permintaan. Untuk faktor lainnya yakni naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data," jelasnya. (MCR/MS)Harga Produk Subtitusi CPO Naik, Buat Harga Sawit Riau Naik Pekan In

Pekanbaru- Harga kelapa sawit di Riau periode 15 – 21 Juli mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 28,90/Kg dari harga minggu lalu. 

Kepala dinas perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh kenaikan harga TBS periode ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak kedelai sebagai subtitusi CPO. 

"Kenaikan minyak subtitusi ini mengakibatkan pembeli beralih ke CPO sehingga permintaan naik. Selain itu ekspor bulan Juni yang cukup tinggi mampu membuat stok minyak sawit menjadi berkurang," kata Zulfadli, Selasa (14/7/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, faktor lain yang juga mempengaruhi adalah pelemahan nilai mata uang ringgit dihadapan dollar AS. Ringgit menjadi mata uang di mana kontrak CPO ditransaksikan. 

"Ketika ringgit melemah, harga CPO menjadi lebih murah terutama untuk pemegang mata uang lain yakni dolar AS, sehingga dapat mendongkrak permintaan. Untuk faktor lainnya yakni naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data," jelasnya.

 

(Sumber: mediacenter.riau.go.id)