HUJAN PERTANYAAN DARI KOMISI IV DPRD PROVINSI RIAU, DARU : "TETAP JALANKAN RENCANA PLN SEMULA"

banner 160x600

riaubertuah.id

PEKANBARU, riaubertuah.id – Komisi IV DPRD Riau memanggil pihak PLN Wilayah Riau Kepri untuk menggelar rapat dengar pendapat, Senin (8/6/2020).

Pada rapat dengar pendapat tersebut dewan meminta klarifikasi PLN terkait lonjakan tagihan listrik yang membuat masyarakat menjerit.

Hadir di ruang rapat pimpinan DPRD Provinsi Riau Herdianto dan anggota komisi IV mayoritas hadir dalam rapat tersebut, rapat kali ini langsung dipimpin oleh H.Parisman Ikhwan, SE Ketua Komisi IV dari Fraksi Golkar.
Dari pihak PLN hadir langsung GM PLN UIWRKR, Daru Tri Tjahjono dan jajarannya.

Ketua Komisi IV Parisman Ikhwan saat membuka agenda rapat mencecar PLN berbagai pertanyaan dimana adanya perbedaan jangka angsuran tagihan PLN pusat yakni lebih panjang selama 6 bulan sedangkan PLN Riau hanya memberi jangka waktu pelunasan selama 3 bulan saja.

“Tolong dijelaskan kenapa terjadi perbedaan antara jangka waktu pelunasan pembayaran angsuran dari tagihan di bulan Juni ini antara pusat (jakarta-red) yang memberikan relaksasi waktu 6 bulan sedangakan PLN Riau hanya memberi waktu 3 bulan saja”, ucap Parisman di ruang rapat siang itu.

Sementara itu H.Yuyun Hidyat, S.T, M.SC dari Fraksi Gabungan menyoroti kondisi defisit anggaran yang dialami oleh PLN.

“Menghadapi defisit banyak hal bisa dilakukan oleh PLN misalnya dengan menyelesaikan tagihan dari pencurian listrik PLN yang hampir menyentuh angka RP 10 T, ini bisa dijadikan solusi”, ungkap Yuyun.

Malah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Riau, Dani Nursalam, meminta GM PLN Wilayah Riau Kepri meminta maaf kepada masyarakat Riau atas kegaduhan lonjakan tarif listrik tersebut.

"Tiga bulan lamanya masyarakat menanggung beban berat karena Covid-19, ditambah seperti ini, jadi kita meminta dan mendorong agar GM PLN minta maaf secara terbuka ke masyarakat Riau," tegas Dani.

Dalam menanggapi hujan pertanyaan ini GM PLN UIWRKR, Daru Tri Tjahjono merasa sudah mempunyai jawaban sesuai dengan apa yang sudah dipaparkanya saat mengawali rapat dengar pendapat ini.

Naiknya lonjakan ini disebabkan cara penghitungan rata-rata yang diakumulasikan sesuai dengan masing-masing angka yang tertera di meteran pelanggan pasca bayar.

“Lonjakan ini disebabkan oleh adanya pemberlakuan tanggap darurat covid19 masyarakat diwajibkan dirumah saja #stayathome dan ditambah dengan kondisi bulan ramadhan di April dan Mei saat inilah terjadi lonjakan konsumsi listrik rumah tangga”, urai Daru.

“Total pelanggan listrik pasca bayar di provinsi Riau 546.2330 silahakan hubungi nomer Whats App untuk mengirimkan angka dan foto stan meteran mandiri ke 08122-123-123 untuk pembacaan meteran mandiri”, tutup Daru. (tetiguci)